Ringkasan tanggap bencana pesawat Sukhoi

Tulisan ini sekedar ringkasan perjalanan waktu tanggap bencana atas peristiwa kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Informasi yang dikumpulkan dari sejumlah pemberitaan media massa.

Rabu 9 Mei 2012

  1. SSJ 100 terbang pertama di Indonesia pada Rabu 9 Mei 2012 pukul 12.00 – 12.30 WIB. Penerbangan Joy Flight kedua yang berakibat fatal. Rencananya akan ada penerbangan ketiga pada malam hari. Rutenya : Bandara Halim Perdanakusumah, Pelabuhan Ratu, Gunung Salak, kembali ke Halim. http://www.tempo.co/read/news/2012/05/10/173403144/Sukhoi-Tadinya-Berencana-Joy-Flight-Malam-Hari
  2. Pesawat lepas landas pukul 14.12 WIB dan hilang kontak pada pukul 14.30 WIB pada ketinggian antara 1000 kaki dan 6000 kaki di koordinat 064308 S 1064315 E. http://www.tempo.co/read/news/2012/05/09/173402776/Sukhoi-Superjet-100-Hilang-Sekitar-Gunung-Salak dan http://us.nasional.vivanews.com/news/read/312302-sukhoi-terbang-14-12–hilang-kontak-14-33-wib
  3. Salah satu warga Tenjolaya, Juanda mengatakan ia melihat pada pukul 15.00 WIB, ia melihat sebuah pesawat besar berwarna putih melewati arah Gunung Salak. “Pesawat besar itu kelihatannya miring terus dan suaranya agak kasar bergemuruh,” ujarnya. http://us.nasional.vivanews.com/news/read/312295-warga–pesawat-miring-terus–suaranya-gemuruh
  4. Setelah 4 jam tidak ada kabar, pesawat SSJ 100 diduga jatuh. http://www.tempo.co/read/news/2012/05/09/173402778/4-Jam-Terbang-Sukhoi-Superjet-Diduga-Jatuh
  5. dua heli dari Skadron Udara 6 tersebut kini sudah disiapkan di Lanud Atang Senjaya. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/09/2156441/Lanud.Atang.Sendjaja.Siapkan.Dua.Helikopter
  6. Kepolisian Negara Republik Indonesia mendirikan posko ante mortem di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (9/5/2012). http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/06181822/Posko.Identifikasi.Didirikan.di.Bandara.Halim

Kamis 10 Mei 2012

Alat pelempar sinyal tidak berfungsi, emergency locater transmitter (ELT) di frekuensi 4,6 MHz. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/09080650/Alat.Pelempar.Sinyal.Sukhoi.Tidak.Berfungsi

  1. “Tim fokus di tiga lokasi pencarian yang dipusatkan di Gunung Salak, sekitar Desa Gunung Sari, dan Kecamatan Pamijahan. posko operasi ini terletak di Markas Kodiklat Rindam Jaya, Desa Cibatok, Kecamatan Pamijahan. Evakuasi dilakukan dengan menggunakan lima helikopter, yaitu empat dari PMI dan satu dari Lanud ATS. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/01570069/Polri.Tentukan.Tiga.Lokasi.Pencarian.Sukhoi.Superjet.100
  2. TIM SAR mulai bergerak melakukan penyisiran di lokasi Tenjolaya dan Kawah Ratu, Gunung Salak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tim Pantera SAR Halimun-Salak pun mulai bergerak ke dua kawasan tersebut. Begitu pula Tim SAR wilayah Bogor dan Jakarta mulai bergerak setelah sebelumnya terlebih dahulu dikumpulkan di Markas Kepolisian Resor Bogor. http://www.tempo.co/read/news/2012/05/09/078402814/Cari-Sukhoi-Tim-SAR-Sisir-Kawah-Ratu-Gunung-Salak
  3. Tim gabungan pencarian pesawat Sukhoi Superjet 100 yang hilang di Gunung Salak, Jawa Barat, melakukan apel di Dodiklatpur Rindam Jaya, Desa Gunung Sari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (10/5/2012) pagi. Tim gabungan yang terdiri dari personel Brimob Polda Jabar, Polres Bogor, Yon 315, Yon Kopassus, Kodim, Lanud ATS, PMI , BPBD, Tagana, dan RAPI rencananya akan dibagi menjadi 30 tim untuk menyisir kawasan Gunung Salak dari sebelah utara. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/0818249/Tim.Pencarian.Sukhoi.Mulai.Menyebar
  4. Jumlah personil yang diturunkan pagi ini, Kamis (10/5/2012) sebanyak 600 orang, 300 diantaranya adalah tim dari TNI-Polri. “Tim SAR darat terbagi dalam 4 kelompok, pertama kelompok terbanyak menuju koordinat di ketinggian 6100 kaki. Tapi juga ada dari arah utara, selatan dan juga arah barat. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/09111459/Tim.Pencari.Sukhoi.Menuju.ke.Ketinggian.6100.Kaki
  5. Sebanyak 750 orang yang tergabung dalam 30 tim bergerak menyusuri Gunung Salak. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/09343273/750.Orang.Sisir.Gunung.Salak
  6. Hingga pukul 09.03 WIB, tercatat sudah ada 11 orang keluarga yang melakukan pendataan di posko DVI. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/10/0935339/Keluarga.Penumpang.Sukhoi.Mulai.Dimintai.Data
  7. Bangkai pesawat ditemukan pada Kamis 10 Mei 2012 pukul 09:15 WIB oleh tim SAR yang menggunakan helikopter Super Puma. Pesawat ditemukan di puncak Gunung Salak. Posisinya di 6.42013 S 3064441 derajat. http://www.merdeka.com/peristiwa/pertama-kali-sukhoi-ditemukan-heli-super-puma.html
  8. Palang Merah Indonesia menyiagakan 15 ambulans dan empat buah helikopter. Polri sudah menyiagakan 50 unit ambulans yang bisa sewaktu-waktu membawa korban ke RS Polri. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/11101357/PMI.Siagakan.15.Ambulans.dan.4.Helikopter. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/11332940/50.Ambulans.Disiapkan.di.Bandara.Halim
  9. “Pencarian bergeser ke daerah Cihideung dan akan membuat posko di daerah tersebut, saat ini kami sudah berkoordinasi dengan anggota kami yang sedang melakukan pencarian agar bergeser ke Cihideung dan menarik seluruh anggota Basarnas serta TNI/Polri dan sukalrelawan agar pindah posko. http://regional.kompas.com/read/2012/05/10/11383474/Tim.SAR.Bergerak.ke.Cihideung
  10. Ratusan personel gabungan digeser ke Cijeruk. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/10/12232227/Personel.Posko.Cidahu.Digeser.ke.Cijeruk
  11. Sebanyak 10 mobil jenazah sudah disiapkan di Bandara Halim Perdana Kusuma. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/10/13454653/10.Mobil.Jenazah.Disiapkan.di.Bandara.Halim
  12. ada 50 tempat jenazah yang disiapkan tim medis rumah sakit. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/10/13403568/RS.Polri.Siapkan.Tempat.Jenazah
  13. Kamis siang, Tim SAR 1 kilometer dari lokasi penemuan puing. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/13494425/Tim.SAR.1.Kilometer.Lagi.Tiba.di.Lokasi.Puing.Sukhoi
  14. Kamis (10/5/2012) siang sekitar pukul 13.15 WIB, Tim SAR mencapai lokasi dan menemukan korban tewas. http://megapolitan.kompas.com/read/2012/05/10/14191366/Korban.Tewas.Sukhoi.Ditemukan.di.Lokasi.Puing
  15. Serpihan pesawat banyak ditemukan di Kampung Loji, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk pada pukul 12.00 WIB. http://nasional.kompas.com/read/2012/05/10/14554916/Serpihan.Sukhoi.Banyak.Ditemukan.di.Desa.Cipelang
Kategori:Uncategorized

2010 in review

Januari 4, 2011 Tinggalkan komentar

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 4,100 times in 2010. That’s about 10 full 747s.

 

In 2010, there were 20 new posts, growing the total archive of this blog to 38 posts. There were 6 pictures uploaded, taking up a total of 168kb.

The busiest day of the year was April 30th with 64 views. The most popular post that day was Built back better in Aceh five years after tsunami.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, id.wordpress.com, google.co.id, rovicky.wordpress.com, and search-results.com.

Some visitors came searching, mostly for pencemaran laut, kawah sinila, pencemaran laut timor, yonif 613, and sinila.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Built back better in Aceh five years after tsunami December 2009

2

Pencemaran laut Timor mengakibatkan banyak ikan mati November 2009

3

Kawah Beracun Sinila November 2009

4

Ancaman gempa bumi di Mentawai December 2009

5

Zat Timah Kategori Sangat Berbahaya Cemari Laut Timor February 2010

Kategori:Uncategorized

Komando Gabungan sebagai solusi bencana Merapi

November 6, 2010 Tinggalkan komentar

Ini seri ketiga tentang CERT.

Merapi meletus pada tahun 2010 ini berdampak pada kerusakan di berbagai daerah meliputi 2 provinsi , DIY dan Jawa Tengah. Selain itu meliputi banyak kota, Boyolali, Sleman, Magelang dan lainnya. Bila kita memasukkan dampak debu, maka daftar kota dan provinsi akan semakin bertambah luas.  Dengan kompleksitas daerah bencana secara geografis dan politik, maka solusi komando bencana bisa dibagi menjadi 2 pilihan.

  1. Membagi penanganan bencana secara geografis/politik. Solusi ini sederhana, namun dalam pengalamannya, terbukti terdapat ketidakefektifan dan pembengkakan biaya.
  2. Membuat struktur ICS tunggal dengan pendekatan multiyuridiksi. Solusi ini dikenal sebagai Unified Command atau Komando Gabungan (KG).

KG tidak hanya bisa diterapkan untuk bencana meliputi multiyuridiksi namun juga bisa juga dipakai untuk bencana yang kompleks yang memerlukan pendekatan multifungsional. Sebagai contoh, kebakaran pabrik bahan kimia. Banyak tim yang terlibat dalam bencana ini. Misalnya, kepolisian, pemadamam kebakaran, medis, tim bahan kimia berbahaya, dll. Sehingga KG merupakan solusi yang tepat untuk mencapai keefektifan operasi.

Membuat struktur ICS tunggal dengan pendekatan multiyuridiksi. Solusi ini dikenal sebagai Unified Command atau Komando Gabungan.

Dengan KG, seluruh perwakilan dari masing-masing yuridiksi dapat berinteraksi dengan efetif dan merumuskan satu tujuan operasi beserta strategi. Namun, mereka tetap menjaga otoritas, tanggungjawab, dan akuntabilitasnya. Selain itu, setiap individu tetap mempertahankan prinsip ICS yaitu kesatuan komando. Setiap individu hanya melapor pada satu supervisor, sehingga miskomunikasi dapat dihindari. Terlebih pada bencana Merapi dengan banyaknya daerah yang terkena dampak dan banyaknya relawan dan tim penyelamat yang datang dari berbagai daerah dan latar belakang keahlian.

Dalam KG, secara struktur tidak jauh berbeda dengan sistem komando biasa seperti yang pernah saya tulis dalam seri kedua tulisan tentang tanggap bencana. Perbedaan terletak pada komandan tanggap bencana. Komandan tanggap bencana dipegang oleh komandan dari masing-masing yuridiksi. Sebagai contoh, BPBD Jawa Tengah bersama dengan BNPB dan badan-badan lainnya. Mereka bekerja merumuskan tujuan operasi gabungan.

Ada 4 unsur yang harus diperhatikan dalam KG ini :

  1. Kebijakan, tujuan, dan strategi
  2. Organisasi
  3. Sumber daya
  4. Operasional

Kebijakan, tujuan, dan strategi dirumuskan bersama-sama sebelum melakukan operasi taktis. Organisasi terdiri atas bermacam badan dari berbagai yuridiksi beroperasi dibawah struktur KG. Sumber daya disumbangkan oleh badan-badan tersebut yang memiliki tanggungjawab yuridiksi, fungsioanl, dan keuangan. Dalam KG, hanya satu orang yang memegang peranan sebagai Kepala Seksi Operasional. Orang ini yangtanggungjawab mengendalikan sumber daya taktis dan mengarahkan segala tindakan operasional tanggap bencana. Namun, sumber daya (manusia dan peralatan) tetap berada dalam kendali administrasi dan kebijakan masing-masing badan. Jadi meskipun komandan tanggap bencana dipegang oleh banyak pimpinan, namun dalam menerapkan operasional semua dikendalikan oleh satu orang.

Jadi meskipun komandan tanggap bencana dipegang oleh banyak pimpinan, namun dalam menerapkan operasional semua dikendalikan oleh satu orang.

 

 

 

 

Sistem Komando Bencana dan komponennya

November 3, 2010 1 komentar

Tulisan ini seri kedua tentang pengalaman saya menjadi sukarelawan tanggap bencana berbasis komunitas (CERT) di Amerika Serikat. Kali ini saya menyajikan pengetahuan dasar tentang sistem komando bencana. Saya berharap agar pengetahuan ini dapat diterapkan dengan baik oleh rekan-rekan relawan tanggap bencana di tanah air. Terlebih dengan beruntunnya bencana yang terjadi pada bulan Oktober 2010, yaitu banjir Wasior, tsunami dan gempa di Mentawai, gunung Merapi meletus dan lain sebagainya.

Incident Command System (ICS) yang bisa diterjemahkan sebagai Sistem Komando Bencana dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1970an. Ketika itu terjadi bencana besar kebakaran di wilayah California. Kerugian harta benda ditaksir mencapai jutaan dolar dan banyak menelan korban jiwa baik meninggal maupun luka-luka. Penelitian yang dilakukan atas peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masalah respon bencana diakibatkan oleh tidak bagusnya manajemen penanganan bencana. Sedangkan kurangnya sumber daya atau gagalnya taktik penanganan bencana jarang menjadi penyebab masalah buruknya penanganan bencana.

Penelitian yang dilakukan atas peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masalah respon bencana diakibatkan oleh tidak bagusnya manajemen penanganan bencana

ICS ini tidak hanya bisa diterapkan pada kondisi bencana, namun dapat juga digunakan untuk mengatur jalannya sebuah acara. ICS ini bagian penting dalam National Incident Management System (NIMS).  ICS digunakan di berbagai tingkatan adminsitrasi, baik pusat, daerah, maupun lokal. Begitu pula dengan sektor privat dan lembaga sosial masyarakat. Sistem ini diterapkan untuk mengorganisasi bencana dari yang kecil maupun yang paling rumit, baik bencana alam maupun bencana buatan manusia (terorisme). Sistem ini terstruktur untuk memfasilitasi segala aktifitas yang terangkum dalam 5 fungsi utama, yaitu :  komando, operasi, perencanaan, logistik, dan administrasi.

Prinsip komando dalam ICS ini terbagi dalam beberapa bagian. Bagian pertama yang harus dipahami adalah Rantai Komando. Rantai komando artinya adanya urutan garis otoritas dan hubungan pelaporan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Segala laporan dan perintah harus mentaati garis rantai komando. Namun, hal ini tidak berlaku untuk aktifitas yang lain seperti meminta dan membagi informasi. Informasi dapat dibagi dan disebarluaskan secara fleksibel antar lini. Bagian yang kedua adalah Kesatuan Komando. Di bawah kesatuan komando, seluruh personel harus melapor hanya pada satu supervisor dan menerima tugas hanya dari supervisor tersebut.

Struktur Organisasi ICS dapat disimak sebagai berikut :

bersambung di edisi selanjutnya

Menjadi sukarelawan tanggap bencana

September 30, 2010 1 komentar

Tulisan ini akan saya buat berseri dalam kaitannya tentang penanganan bencana. Tulisan berseri ini seputar pengalaman saya sebagai tenaga sukarelawan tanggap bencana di Amerika Serikat.

————————-

Sebenarnya sudah cukup lama saya ingin bergabung sebagai tenaga sukarelawan tanggap bencana. Namun, baru tahun ini, saya mendaftarkan diri sebagai tenaga sukarelawan tanggap bencana di kampus saya, Wesleyan University. Komunitas kami ini dikenal sebagai Community Emergency Response Team (CERT). CERT ini bisa dibentuk setingkat kota atau kampus/perusahaan. Nah, kampus kami mempunyai tim CERT sendiri, sebagai bagian dari CERT kota Middletown. Meskipun CERT terbentuk kedaerahan namun anggota CERT suatu daerah dapat dipanggil untuk diaktifkan melayani tanggap bencana di daerah lain.

Untuk menjadi CERT Wesleyan, saya hanya mendaftarkan diri lewat email kepada komandan CERT Wesleyan. Kemudian saat liburan musim panas 2010, para anggota baru mendapatkan materi awal untuk menjadi anggota CERT. Setelah mendapatkan pelatihan materi awal, kami menjadi bagian dari Presiden’s Citizen Corps. Dan kamipun disumpah oleh perwakilan dari US Department of Homeland Security. Saya juga tidak ingat semua apa isi sumpahnya hehehehe…. Namun, pada intinya kami bersedia untuk menjadi sukarelawan untuk tanggap bencana, baik bencana alam maupun bencana yang disebabkan oleh aksi terorisme.

Isi pelatihan ini terbagi atas :

  1. Disaster Preparedness
  2. Fire Safety
  3. Disaster Medical Operations, terbagi menjadi 2 bagian
  4. Light Search and Rescue Operations
  5. CERT Organization
  6. Disaster Psychology
  7. Terrorism and CERT
  8. Disaster Simulation

saya akan bercerita lebih lengkap untuk seri berikutnya.

Kategori:tanggap bencana

Padang Lebih Siap Hadapi Gempa dan Tsunami

Agustus 12, 2010 1 komentar
Tribunnews.com – Kamis, 5 Agustus 2010 19:29 WIB
Laporan Wisnu Agung Prasetyo, Asisten SKP BSB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
– Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), saat ini dinilai lebih maju dalam mengantisipasi kemungkinan datangnya di masa mendatang.

Kemajuan tersebut ditunjukkan dengan berbagai upaya mitigasi bencana yang dilakukan Pemerintah Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat, serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) setempat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembangunan shelter multifungsi sebagai tempat perlindungan sekaligus terminal evakuasi apabila terjadi gempa dan tsunami. Hal tersebut dikatakan oleh Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) Andi Arief, Kamis (5/8/2010), setelah mendapat laporan dari Tim Assessment dari Kantor SKP BSB yang sedang melakukan penilaian terhadap kesiapan Sumatera Barat, khususnya Kota Padang dan Kepulauan Mentawai, dalam menghadapi potensi  gempa bumi dan tsunami.

“Padang dan Mentawai berada pada jalur red zone, salah satu jalur patahan tektonik aktif yang paling rawan gempa di Indonesia. Kewaspadaan pemerintah dan masyarakat melalui berbagai langkah mitigasi bencana, harus ditingkatkan,” kata Andi Arief.

Pemkot Padang telah menyelesaikan pembangunan satu shelter multifungsi dari seratus shelter yang direncanakan. Satu shelter yang selesai dibangun itu merupakan gedung SMA Negeri 1 Padang.

“Secara umum, shelter mutifungsi didesain empat tingkat dengan luas bangunan yang bervariasi sesuai keadaan lokasi. Selain didesain khusus untuk memecah ombak, atap shelter juga difungsikan sebagai helipad bagi pendaratan helikopter,” lanjutnya.

Padang pantas bersiap untuk menghadapi situasi yang sulit. Sebab, menurut Andi, setidaknya terdapat tiga hasil riset yang menyebutkan tingginya potensi kegempaan di Padang dan gugusan Kepulauan Mentawai, yang dipisahkan oleh selat Mentawai.

“Tiga riset tersebut adalah penelitian koral mikroatal yang dilakukan Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari LIPI, peta seismic hazard 2010 yang baru saja dirilis oleh sembilan pakar gempa bumi Indonesia, serta analisis statistik yang dilakukan Ir. Didik Wahju Widjaja,” katanya.

Bagian pesisir Padang yang padat, oleh National Geographic juga disebut sebagai tempat beresiko tertinggi di dunia apabila terjadi tsunami. (*)

Rumah Unik Khas Warga Kampung Naga, Tahan Gempa dengan Sistem Garumpai

[ Minggu, 21 Maret 2010 ]

Tiba di Kampung Naga di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, pengunjung disuguhi pemandangan deretan rumah-rumah unik khas warga Kampung Naga. Rumah-rumah tersebut beratap ijuk dan rumbia serta berdinding kayu dan anyaman bambu.

Struktur dan fondasi bangunan milik warga Kampung Naga disesuaikan dengan filosofi adat Sunda. Bangunan didirikan layaknya struktur tubuh manusia. Bangunan tersebut terdiri atas suku (kaki, Red), awak (badan, Red), dan sirah (kepala, Red). Tiap bagian diartikan warga sebagai akhlak yang harus dilaksanakan manusia. Yakni, tekad (niat), ucap (perkataan), dan lampah (perbuatan).

Keunikan bangunan Kampung Naga juga terletak pada cara pemasangannya. Atap rumah terpasang dengan kukuh. Bahkan, atap tersebut kuat menahan guncangan gempa bumi. Padahal, atap itu dipasang tanpa paku. Untaian atap rumah terpasang dengan adanya rangkaian bambu penyangga yang disebut garumpai. Garumpai berfungsi menjaga kesatuan konstruksi atap bangunan. Garumpai bisa lentur mengikuti gerakan ketika terjadi gempa.

Rumah adat Naga berdiri di atas batu-batu penyangga yang tidak dicor atau ditanam ke dalam tanah. Tiang-tiang utama rumah hanya ditumpukkan pada batu. Konstruksi tersebut bisa sangat dinamis mengikuti getaran. Tiap bagian memiliki fungsi penting. Ketiganya harus berjalan beiringan tanpa mungkin dipisahkan satu sama lain.

Seluruh bangunan di kampung seluas 1,5 hektare itu tertata dengan rapi. Luas tersebut tidak berubah dari masa ke masa. Pertambahan penduduk dialihkan ke luar Kampung Naga atau disebut Naga Luar. Saat ini, wilayah itu dihuni 314 orang. Batas Kampung Naga di sebelah timur adalah Sungai Ciwulan. Sebelah barat berbatasan dengan bukit dan hutan larangan. Sebelah utara dan selatan berbatasan dengan parit air.

Di antara total 113 bangunan di wilayah Kampung Naga, ada empat bangunan utama yang dianggap penting. Yakni, bale ageung, bale kampung, masjid, dan leuit (lumbung). (jpnn/c12/ruk)

sumber : jawapos

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.