Arsip

Archive for the ‘pencemaran’ Category

Zat Timah Kategori Sangat Berbahaya Cemari Laut Timor

Februari 9, 2010 Tinggalkan komentar

Inilah berita terbaru tentang pencemaran laut Timor

Selasa, 9 Februari 2010 | 15:24 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Meledaknya sumur minyak Montara di Blok Atlas Barat di Laut Timor pada 21 Agustus 2009 lalu juga menumpahkan gas dan kondesat berbahaya bagi manusia seperti timah.

“Timah adalah sejenis zat yang tidak bisa terurai. Bahan berbahaya itu masuk melalui ikan, siput atau kerang laut yang jika dikonsumsi manusia secara otomatis akan langsung tertular pada manusia,” kata ahli biologi kelautan dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Felix Rebung di Kupang, Selasa (9/2/2010).

Dosen Fakultas Pertanian Undana Kupang mengemukakan hal itu setelah mempelajari hasil uji Laboratorium Afiliasi Fakultas MIPA dan Sains Universitas Indonesia terhadap pencemaran minyak mentah (crude oil) di Laut Timor yang diumumkan pada 4 Januari 2010.

Direktur Laboratorium Afiliasi Fakultas MIPA dan Sains Universitas Indonesia dalam laporannya menyebutkan, kadar minyak yang mencemari Laut Timor mencapai 0,28 mg/liter, sedang kadar minyak yang diambil dengan menggunakan sampel dari rumput laut mencapai 3,64 mg/liter.

Sementara zat timah yang diambil dengan menggunakan sampel air laut mencapai 35,26 mg/liter, sedang zat timah yang diambil dengan menggunakan sampel rumput laut mencapai 29,26 mg/liter.

Felix Rebung mengatakan, berdasarkan Environmental Protection Agency (EPA), sebuah agen peneliti dari AS, zat timah yang dipandang normal akibat terjadinya pencemaran minyak hanya 3,4 ppb, jika sudah mencapai 35,26 mg/liter maka hal itu sudah termasuk dalam kategori sangat berbahaya.

Ia menjelaskan, efek dari zat timah tersebut akan menyebabkan terjadinya keracunan akut pada sistem syaraf pusat dalam jangka panjang, mengikat gugus aktif dalam sel darah merah sehingga pembentukan sel darah merah menjadi terhambat.

Baca selengkapnya…

Kategori:pencemaran Tag:, , , ,

Puluhan Ton Minyak Hitam Cemari Pantai Tanjung Memban

Januari 18, 2010 Tinggalkan komentar

[ Senin, 18 Januari 2010 ]

BATAM – Pantai Tanjung Memban, Nongsa, Batam, menghitam. Puluhan ton minyak mentah mencemari bibir pantai tersebut sejak Kamis (14/1). Sampai kemarin (17/1), warga masih berusaha membersihkan pantai itu dari limbah pekat tersebut.

Kepala Bidang Penegakan Hukum Bapedalda Kota Batam Safrial memperkirakan, limbah minyak hitam yang mencemari pantai tersebut mencapai 40 ton. Semula, dia memperkirakan perlu waktu setidaknya lima hari untuk membersihkan pantai itu. “Namun, melihat banyaknya limbah, pembersihan bisa jadi memakan waktu sepuluh hari,” tambahnya.

Safrial menjelaskan, limbah yang sudah berhasil dilokalisasi dimasukkan dalam baby bag, lalu dikumpulkan menjadi satu dalam jumbo bag berkapasitas 700 kilogram. Limbah tersebut disimpan di Kawasan Pengolahan Limbah Industri (KPLI) Kabil untuk selanjutnya dikirim ke PT Prasadha Pamunah Limbah Industri, Bandung. “Di sanalah limbah itu dimusnahkan,” paparnya.

Menurut Safrial, hingga saat ini belum ada pihak yang dipanggil untuk dimintai keterangan atau diperiksa. Namun, Bapedalda Kota Batam telah melaporkan kasus tersebut ke Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla).

Sampai kemarin, warga masih mengumpulkan limbah itu ke dalam baby bag dan jumbo bag. Untuk pengerjaan tersebut, mereka mendapat upah Rp 100 ribu per orang per hari, ditambah makan dua kali sehari. (a/uma/jpnn/ruk)

sumber : jawapos

Kategori:pencemaran Tag:,

Pencemaran laut Timor mengakibatkan banyak ikan mati

November 17, 2009 Tinggalkan komentar

Thousands of dead fish and clumps of oil have been found drifting near Indonesia’s coastline more than two months after an underwater well began leaking in the Timor Sea, officials and fishermen said.

An estimated 400 barrels a day of oil has been leaking from a fissure that erupted on Aug. 21 at a rig about 150 miles (250 kilometers) off the Australian coast. PTTEP Australasia, a branch of Thai-owned PTT Exploration and Production Co. Ltd., has failed repeatedly to stop the leak but says it is still trying.

Oil Slick in the Timor Sea

The head of the World Wildlife Fund Australia, Gilly Llewellyn, said Friday that the early impact of the spill is beginning to become clear.

“This is shaping up to be one of the largest (spills) in Australian history,” Llewellyn said in an interview. “It is one of the most diverse marine habitats in the world. The impact could be over weeks, months, years.”

It is still unclear how far the spill has actually spread because much of it may be undersea, Llewellyn said.

But a slick has drifted hundreds of miles (kilometers) toward the impoverished Indonesian province of East Nusatenggara, where fishermen say they have seen thousands of dead fish drifting.

Residents in the seaside villages of Nunkolo and Bandi, located on small islands off the coast of West Timor, were suffering skin problems and acute diarrhea after eating contaminated fish, local environmental groups said.

“Fishermen have been facing serious difficulties for the past month,” Ferdi Tanoni, chairman of the West Timor Care Foundation, said. “Villagers’ income dropped by 80 percent because many fish died or smelled oily.”

If estimates of the amount of oil leakage per day are accurate, the current size of the spill would have reached nearly 1.2 million gallons (more than 5.3 million liters).

There are fears it could harm whales, turtles and dolphins – some of them rare – living in the deep waters.

Baca selengkapnya…

Kategori:pencemaran Tag:, , ,
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.