Beranda > simulasi, sosialisasi > Simulasi dan sosialisasi bencana di Mojokerto dan Tulungagung

Simulasi dan sosialisasi bencana di Mojokerto dan Tulungagung

Penanggulangan dan Simulasi Relatif Sulit Dilakukan

 

MOJOKERTO, KOMPAS.com – Antisipasi bencana alam berupa longsor ataupun banjir dengan melakukan simulasi ataupun penanggulangan di wilayah Kabupaten Mojokerto relatif masih sulit dilakukan. Sekretaris Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP) Kabupaten Mojokerto, Mustain, Selasa (17/11) mengutarakan hal itu terkait dengan luasan wilayah serta kebutuhan biaya yang relatif besar.

Khusus untuk wilayah Kecamatan Pacet, yang tahun ini dikhawatirkan dihajar bencana longsor menyusul kebakaran hutan dahsyat di lereng Gunung Welirang dalam sebulan terakhir, Mustain mengatakan simulasi bencana relatif sulit dilakukan. “Simulasi (bencana) semacam itu sulit dilakukan, karena daerahnya sangat luas sehingga membutuhkan biaya yang besar juga,” katanya.


Sosialisasikan Bencana dari Rumah ke Rumah

 

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com -Pemerintah Kabupaten Tulungagung mengaku mulai menyiapkan sejumlah langkah-langkah untuk mengantisipasi datangnya bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung di musim hujan tahun 2009. Dian taranya dengan mengadakan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat dengan cara mendatangi dari rumah ke rumah.

“Sosialisasi di tingkat desa atau kelurahan saja tidak cukup. Kami melakukannya langsung kepada masyarakat dengan mendatangi rumah-rumah mereka agar mereka tanggap dalam menghadapi bencana yang mengancam,” ujar Kepala Bidang Linmas Bakesbang Linmas Kabupaten Tulungagung, Rudie Christanto, Selasa (17/11).

Ia mengaku mengerahkan seluruh personelnya untuk kegiatan tersebut. Sebagai prioritas sasaran dari sosialisasi ini adalah masyarakat yang berada di daerah bencana seperti di wilayah pantai, di lereng pegunungan dan daerah langganan banjir.

Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu daerah rawan bencana di Jawa Timur. Hampir setiap tahun, daerah yang berada di sebelah selatan Provinsi Jatim ini mengalami bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung.

Berdasarkan hasil mitigasi pemerintah Kabupaten Tulungagung, daerah rawan banjir terdapat di Kecamatan Kalidawir, Besuki dan sebagian wilayah di Kecamatan Gondang serta Kecamatan Pakel yang sering mendapat kiriman air dari Kabupaten Trenggalek.

Adapun daerah rawan longsor tersebar di Kecamatan Tanggung Gunung, Pucang Laban dan Campur Darat. Material longsor yang berupa tanah disertai batu kerikil sangat membahayakan jiwa penduduk di wilayah tersebut.

Kabupaten Tulungagung juga memiliki beberapa daerah pesisir pantai yang rawan terhadap gelombang tsunami seperti Pantai Sidem dan Pantai Brumbung. “Khusus di kedua pantai ini kami sudah mengadakan simulasi penanganan bencana pada tahun 2008. Tahun ini tidak diadakan karena biayanya terlalu besar,” katanya.

Terkait persiapan menghadapi bencana, pihaknya telah menyiagakan sedikitnya dua perahu karet milik Linmas, satu perahu karet milik Dinas Pengairan, dan satu perahu boat milik Dinas Perhubungan.

Sedikitnya 12 tenda peleton dan 100 tenda regu telah dibersihkan dan siap dipakai sewaktu-waktu. Termasuk satu unit tenda dapur umum beserta peralatannya.

“Selama musim hujan ini kami juga telah memberlakukan siaga 24 jam kepada petugas Satkorlak bencana, termasuk membuka layanan pelaporan dan pengaduan bencana yang bisa diakses langsung oleh masyarakat,” papar Rudie.

 

sumber :

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/17/21414891/Penanggulangan.dan.Simulasi.Relatif.Sulit.Dilakukan.

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/17/20533156/Sosialisasikan.Bencana.dari.Rumah.ke.Rumah

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: