Beranda > pasca bencana, sosialisasi > Tanpa Struktur Tahan Gempa, 44.000 Rumah Rusak

Tanpa Struktur Tahan Gempa, 44.000 Rumah Rusak

Jumat, 4 Desember 2009 | 20:49 WIB

Laporan wartawan KOMPAS Dwi Bayu Radius

BANDUNG, KOMPAS.com – Sedikitnya 44.000 rumah di Jawa Barat yang tersebar di 14 kabupaten/kota, rusak berat akibat gempa pada 2 September 2009. Rumah-rumah rusak akibat gempa berkekuatan 7,3 skala Richter itu umumnya tak memiliki struktur bangunan tahan gempa.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Jabar Nugraha Abdurachman di Bandung, Jumat (4/12), mengatakan, banyaknya rumah yang rusak berat menunjukkan, k esadaran untuk mendirikan bangunan tahan gempa sangat penting.

Kesadaran itu dibutuhkan karena penduduk Jabar khususnya di bagian selatan, tinggal di daerah yang rawan gempa. Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Cianjur, dan Sukabumi adalah daerah yang paling sering dilanda peristiwa alam itu.

Sebab, terdapat zona subduksi pertemuan dua lempeng yakni Indo-Australia dan Eurasia di lepas pantai daerah-daerah tersebut. Bukan gempa yang langsung menimbulkan korban jiwa tetapi bangunan atau infrastrukturnya bila runtuh bisa menyebabkan bencana itu, kata Nugraha.

Dilewati Jalur Gempa, Sebaiknya Bangun Rumah Tahan Gempa

Senin, 30 November 2009 | 21:34 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, termasuk daerah yang dilewati jalur gempa di Indonesia sehingga masyarakat harus membangun rumah tahan gempa.

Pernyataan tersebut dikatakan Kepala Pusat Pembinaan Kompetensi dan Pelatihan Konstruksi, Departemen Pekerjaan Umum (PU) Andrias Shugono di Tasikmalaya, Senin (30/11).

“Tasikmalaya dilewati jalur gempa, sehingga gempa akan terjadi lagi. Demi keselamatan masyarakat, harus dibangun rumah tahan gempa,” katanya usai menghadiri pelatihan pembangunan rumah kepada 55 orang yang tergabung dalam Pokmas di aula kantor bupati.

Ia menjelaskan berdasarkan peta gempa, di wilayah Tasikmalaya terdapat garis jalur untuk semua jenis gempa, seperti gempa tektonik dan vulkanik.

Menurut dia, berdasarkan peta gempa, wilayah Tasikmalaya akan terjadi gempa setiap tahun dengan guncangan yang akan merusak bangunan.

“Masyarakat perlu waspada karena Tasikmalaya masuk dalam jalur gempa,” katanya di depan pejabat Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Untuk mengantisipasi bencana, masyarakat memiliki inisiatif untuk membangun rumah tahan gempa agar tidak mengalami kerusakan berat ketika diguncang gempa.

Rumah tahan gempa bisa seperti rumah panggung atau menggunakan material bangunan yang tidak akan patah jika diguncang gempa. “Jika membangun rumah atau bangunan tahan gempa, dampak gempa tidak akan terlalu parah,” katanya.

Menurut dia, membangun rumah tahan gempa merupakan upaya menyelamatkan jiwa dan kerusakan bangunan jika gempa terjadi kembali di masa yang akan datang.

Selain itu, masyarakat Tasikmalaya perlu memiliki pengetahuan tentang cara membangun rumah tahan gempa. “Masyarakat harus memiliki pengetahuan mengenai bangunan tahan gempa agar risikonya tidak terlalu besar,” katanya.

Pelatihan bangunan antigempa kepada Pokmas dari delapan kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang daerahnya rusak akibat guncangan gempa itu bertujuan memberikan pengetahuan tentang mendirikan rumah tahan gempa dengan baik dan benar.

Upaya pelatihan bimbingan teknis kepada Pokmas sekaligus untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan membangun rumah tahan gempa.

“Kami harap masyarakat memiliki bekal pengetahuan dalam membangun rumah tahan gempa,” katanya.

JICA Tawarkan Bantuan Desain Rumah Tahan Gempa

Sabtu, 24 Oktober 2009 | 08:35 WIB

PARIAMAN, KOMPAS.com — Lembaga bantuan Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA), menawarkan desain rumah dan bangunan ramah gempa kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

“Tawaran itu sudah disampaikan kepada kita dan akan dijadikan salah satu acuan untuk pembangunan kembali rumah warga dan bangunan lainnya pada proses rekonstruksi pascagempa,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Padang Pariaman, Yuen Karnova, di Pariaman, Sabtu (24/10).

Desain rumah tersebut dapat digunakan dalam program rekonstruksi pascagempa 7,9 SR yang melanda daerah itu pada akhir September 2009. Menurut dia, tawaran bentuk desain bangunan ramah gempa ini sangat diperlukan oleh Padang Pariaman, apalagi Jepang telah dikenal sebagai negara yang telah berpengalaman dalam antisipasi dan siaga terhadap bencana tersebut.

“Pemkab Padang Pariaman sendiri hingga kini juga belum memiliki desain bangunan ramah gempa yang akan digunakan untuk proses rekonstruksi nantinya,” tambahnya.

Ia menjelaskan, dari pembicaraan dengan perwakilan JICA yang datang ke Pariaman diketahui bahwa desain rumah dan bangunan ramah gempa yang ditawarkan kepada Padang Pariaman bentuknya seperti yang dibangun JICA di Aceh dan Yogyakarta.

Selain dari JICA, Pemkab Padang Pariaman juga telah menerima tawaran desain rumah ramah gempa dari beberapa pihak, tetapi mana yang akan dipakai untuk acuan rekonstruksi akan ditentukan dalam rapat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Gempa 7,9 SR diikuti tanah longsor di Padang Pariaman menyebabkan 70.833 unit rumah warga rusak berat dan roboh, rusak sedang (12.630), dan rusak ringan (4.442). Bencana itu juga menyebabkan 675 orang meninggal dunia, 527 orang luka berat, dan 528 lainnya luka ringan di Padang Pariaman.

sumber : http://regional.kompas.com/read/xml/2009/12/04/20490754/tanpa.struktur.tahan.gempa.44.000.rumah.rusak..

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/30/21340629/dilewati.jalur.gempa.sebaiknya.bangun.rumah.tahan.gempa

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/24/08352855/jica.tawarkan.bantuan.desain.rumah.tahan.gempa

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: