Beranda > banjir, kekeringan, sosialisasi > Teknologi Artificial Recharge Airtanah Dalam Mengatasi Banjir dan Kekeringan

Teknologi Artificial Recharge Airtanah Dalam Mengatasi Banjir dan Kekeringan

Pada tahun 2025 diperkirakan jumlah penduduk di Jabodetabek akan mencapai 39 juta jiwa, dimana 13 juta jiwa akan menempati DKI Jakarta, 10 juta jiwa di Kabupaten Bogor, 9,2 juta jiwa di Kabupaten Tangerang dan 6,8 juta jiwa di Kabupaten Bekasi (Studi JWRM, 1994). Dengan semakin besarnya konsentrasi penduduk di wilayah Jabodetabek tersebut, maka beban terhadap sumberdaya air di wilayah tersebut semakin besar. Keadaan di atas merupakan ancaman bagi konservasi sumber daya air.

Exploitasi airtanah dangkal maupun airtanah dalam terutama di Jakarta meningkat sangat pesat pada akhir dasawarsa ini.  Akibat dari exploitasi airtanah yang berlebihan tersebut, mengakibatkan terjadi penurunan muka airtanah secara berkala dan mengakibatkan keringnya sumur sumur dangkal masyarakat setempat dan terjadi intrusi air laut di daerah pesisir, amblesan tanah dan dapat terjadi pencemaran air tanah.

Ini merupakan permasalahan yang diangkat pada acara Workshop yang diselenggarakan Kementerian Negara Riset dan Teknologi (KNRT) pada tanggal 7 Oktober 2009 di Ruang Komisi II BPPT Lantai 3 Jalan MH Thamrin 8 Jakarta. Penyelenggaraan Workshop ini, merupakan kerja bareng dengan BPPT, Departemen ESDM, Departemen PU, Kementerian KLH, Pemda DKI, Universitas Indonesia, ITB, IPB dan Universitas Tarumanegara. Jumlah peserta workshop sekitar 250 orang yang terdiri dari berbagai kalangan seperti Pemerintah pusat dan daerah, Lembaga riset, PT, BUMN, swasta, LSM, masyarakat, mahasiswa, organisasi profesi dan sebagainya.

Teknologi “artificial recharge” adalah teknik menyimpan air permukaan/hujan ke dalam akifer tertentu dengan cara injeksi melalui sumur dalam ketika air berlebih seperti hujan atau banjir menurut Idwan Suhardi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek KNRT membacakan sambutan Mennegristek pada acara tersebut. Idwan Suhardi mengatakan: “Hal ini sangat penting untuk dilakukan, mengingat imbuhan airtanah secara alamiah di beberapa daerah padat penduduk sudah sangat sulit terjadi, karena intensifnya pemanfaatan lahan dan tingginya laju perubahan penggunaan lahan serta pengaturan tata guna lahan yang belum menganut pada faham undang-undang RUTR dan RUTRW”. Yang seharusnya sepenuhnya diterapkan di wilayah otonomi daerah, baik Kota maupun Kabupaten serta Provinsi secara keseluruhan.


Materi Pembahasan yang diangkat pada acara ini terdiri dari Overview Pemanfaatan Teknologi Untuk Mendukung Artificial Recharge untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan oleh Idwan Suhardi – Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek KNRT, Penerapan Sumur Resapan Dangkal di Kawasan Perumahan oleh Fachi M, Masyarakat Air Indonesia, Penerapan Sumur Resapan Dalam di Kawasan Perumahan oleh Widodo Hadinata, Masyarakat Peduli Lingkungan, Kondisi Geologi dan Geohidrologi Lingkungan Air Tanah Dalam Wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya oleh Lambok Hutasoit – ITB, Bandung.

Selain itu, dipaparkan pula Kajian dan Penerapan Teknologi Artificial RechargeAir Tanah Dalam untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan oleh Teddy W. Sudinda – Tim Ristek – BPPT, Kajian dan Penerapan Teknologi Waduk Resapan untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan oleh Sri Legowo – ITB, Bandung, Kajian dan Penerapan Sumur Resapan untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan oleh Chaidir Anwar Makarim, UNTAR, Jakarta serta Kajian dan Penerapan Teknologi Biopori untuk Konservasi Air Tanah oleh Kamir R. Brata, IPB, Bogor.

Dengan diadakan workshop ini, diharapkan dapat dihasilkan pemikiran yang matang dari para ahlli akademis maupun praktisi agar kemanfaatan dari Artificial Recharge atau sumur resapan dapat dipahami secara baik oleh masyarakat dan juga dapat diterapkan di daerah lain di seluruh Indonesia(ad-uaki/Humasristek)

sumber : http://www.pirba.ristek.go.id/kegiatan_inside.php?intid=97&strlang=ind

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: