Beranda > lumpur panas > Tiga Menteri Tangani Dampak Lumpur Sidoarjo

Tiga Menteri Tangani Dampak Lumpur Sidoarjo

[ Minggu, 31 Januari 2010 ]

SIDOARJO – Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) menargetkan tahun depan relokasi arteri jalan raya Porong tuntas. Selain pembangunan jalan baru, pemerintah sedang mengupayakan cara untuk mengatasi dampak semburan lumpur yang dialirkan ke Sungai Porong.

Tiga menteri langsung turun ke Sidoarjo untuk membantu mengatasi dampak lumpur. Yakni, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, dan Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta.

Mereka hadir saat peletakan batu pertama (ground breaking) flyover jalan arteri Porong-Siring II paket empat kemarin (30/1). Pemasangan tiang pancang dilakukan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin.

Kepala BPLS Sunarso mengungkapkan, untuk membangun jalan arteri Porong-Gempol sepanjang 7,1 kilometer dibutuhkan tanah 123,7 hektare. Itu terdiri atas 26,3 hektare tanah kering dan 97,4 hektare tanah basah.

Sunarso menargetkan arus ekonomi akan kembali normal pada awal 2011. Tetapi, dia juga mengakui proses relokasi arteri Jalan Raya Porong bakal lama jika warga sulit diajak kerja sama. ”Khususnya saat proses pembebasan tanah,” ujarnya. Hingga kini, kata dia, permasalahan yang dihadapi BPLS adalah pro­ses pembebasan lahan milik war­ga untuk re­­lokasi jalan arteri. Jika lancar, akses jalan arteri akan dibuka awal tahun depan.

Relokasi jalan arteri itu dibangun empat paket. Paket I relokasi jalan arteri Raya Siring-Porong 1 menghabiskan dana APBN sebesar Rp 87,7 miliar. Paket II arteri Raya Siring-Porong II sepanjang 1,4 kilometer menghabiskan dana APBN Rp 82,6 miliar.

Untuk paket III, relokasi jalan ar­teri Raya Porong-Siring dibangun se­panjang 1,3 kilometer dengan biaya Rp 97,9 miliar. Paket IV re­lokasi jalan arteri Raya Porong-Si­ring II sepanjang 3,8 kilometer akan menelan biaya Rp 88 miliar.

Djoko Kirmanto berharap, pemerintah akan selalu memperbai­ki infrastruktur di setiap daerah. Supaya relokasi arteri berjalan lan­car, Djoko meminta warga ber­sedia membebaskan tanahnya secara legawa. ”Dimanfaatkan demi kepentingan bersama,” katanya.

Fadel Muhammad mengatakan, volume semburan lumpur lebih dari tiga tahun diperkirakan 100 ribu meter kubik. Hingga kini, telah dibuat rekayasa dalam bentuk pulau buatan di muara Su­ngai Porong seluas 40 hektare.

Kemarin dilakukan penanaman mangrove (bakau) oleh tiga menteri tersebut di pulau buatan muara Sungai Porong. BPLS juga meluncurkan tiga kapal keruk di pusat semburan. Setiap kapal keruk buatan dalam negeri itu berkapasitas 0,6 meter kubik per detik. (nuq/riq/dwi)

sumber : jawapos

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: