Beranda > mitigasi, pasca bencana, tanggap bencana > Sistem Komando Bencana dan komponennya

Sistem Komando Bencana dan komponennya

Tulisan ini seri kedua tentang pengalaman saya menjadi sukarelawan tanggap bencana berbasis komunitas (CERT) di Amerika Serikat. Kali ini saya menyajikan pengetahuan dasar tentang sistem komando bencana. Saya berharap agar pengetahuan ini dapat diterapkan dengan baik oleh rekan-rekan relawan tanggap bencana di tanah air. Terlebih dengan beruntunnya bencana yang terjadi pada bulan Oktober 2010, yaitu banjir Wasior, tsunami dan gempa di Mentawai, gunung Merapi meletus dan lain sebagainya.

Incident Command System (ICS) yang bisa diterjemahkan sebagai Sistem Komando Bencana dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1970an. Ketika itu terjadi bencana besar kebakaran di wilayah California. Kerugian harta benda ditaksir mencapai jutaan dolar dan banyak menelan korban jiwa baik meninggal maupun luka-luka. Penelitian yang dilakukan atas peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masalah respon bencana diakibatkan oleh tidak bagusnya manajemen penanganan bencana. Sedangkan kurangnya sumber daya atau gagalnya taktik penanganan bencana jarang menjadi penyebab masalah buruknya penanganan bencana.

Penelitian yang dilakukan atas peristiwa tersebut menunjukkan bahwa masalah respon bencana diakibatkan oleh tidak bagusnya manajemen penanganan bencana

ICS ini tidak hanya bisa diterapkan pada kondisi bencana, namun dapat juga digunakan untuk mengatur jalannya sebuah acara. ICS ini bagian penting dalam National Incident Management System (NIMS).  ICS digunakan di berbagai tingkatan adminsitrasi, baik pusat, daerah, maupun lokal. Begitu pula dengan sektor privat dan lembaga sosial masyarakat. Sistem ini diterapkan untuk mengorganisasi bencana dari yang kecil maupun yang paling rumit, baik bencana alam maupun bencana buatan manusia (terorisme). Sistem ini terstruktur untuk memfasilitasi segala aktifitas yang terangkum dalam 5 fungsi utama, yaitu :  komando, operasi, perencanaan, logistik, dan administrasi.

Prinsip komando dalam ICS ini terbagi dalam beberapa bagian. Bagian pertama yang harus dipahami adalah Rantai Komando. Rantai komando artinya adanya urutan garis otoritas dan hubungan pelaporan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Segala laporan dan perintah harus mentaati garis rantai komando. Namun, hal ini tidak berlaku untuk aktifitas yang lain seperti meminta dan membagi informasi. Informasi dapat dibagi dan disebarluaskan secara fleksibel antar lini. Bagian yang kedua adalah Kesatuan Komando. Di bawah kesatuan komando, seluruh personel harus melapor hanya pada satu supervisor dan menerima tugas hanya dari supervisor tersebut.

Struktur Organisasi ICS dapat disimak sebagai berikut :

bersambung di edisi selanjutnya

  1. Belum ada komentar.
  1. November 6, 2010 pukul 4:50 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: